Pages

Tampilkan postingan dengan label materi SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi SMP. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2013

inilah lambang koperasi yang baru


LAMBANG DAN ARTI KOPERASI INDONESIA (BARU)


Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah meluncurkan lambang baru Koperasi Indonesia dalam "International Year of Cooperatives" Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 23-25 Mei 2012.

"Ini lambang baru Koperasi Indonesia," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan.

Dia menunjuk lambang baru Koperasi Indonesia yang terpampang di dinding podium utama pelaksanaan IYC Indonesia 2012 ketika membuka Festival Koperasi Internasional pertama di Indonesia itu, Rabu.

Perubahan lambang/logo Koperasi Indonesia itu didasarkan pada Surat Keputusan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nomor SKEP/14/Dekopin-A/III/2012 tanggal 30 Maret 2012 tentang Perubahan Lambang/logo Koperasi Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tanggal 17 April 2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia.

Syarief mengatakan, lambang Koperasi Indonesia yang baru itu berbentuk gambar bunga yang memberi kesan perkembangan dan kemajuan koperasi di Indonesia.

Gambar bunga itu mengandung makna Koperasi Indonesia selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya, serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi.

Lambang Koperasi Indonesia yang baru itu didominasi oleh warna hijau pastel yang berwibawa dan menimbulkan kesan kalem.

Bentuknya juga lain sama sekali dari yang sebelumnya yang berbentuk pohon beringin yang dikelilingi kapas dan padi, timbangan, bintang dalam perisai, gerigi roda, dan berwarna merah dan putih.

Berikut penjelasan tentang Lambang Baru Koperasi Indonesia


BENTUK :Logo Sekuntum Bunga Teratai bertuliskan KOPERASI INDONESIA
Logo Atau Lambang Koperasi Baru

Arti Gambar dan Penjelasan Lambang Koperasi Baru:
1.    Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan
     perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung makna    
     bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif,   
     inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada
     keunggulan dan teknologi;

2.    Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat) sudut pandang
     melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi Indonesia:
o     Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi;
o     Sebagai dasar perekonomian masional yang bersifat kerakyatan;
o     Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi;
o     Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.

3.    Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks Koperasi Indonesia memberi kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan jaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik didalam lingkungan internal Koperasi Indonesia maupun antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya;

4.    Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi kesan kalem sekaligus berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya;

5.    Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama kantor, pataka, umbul-umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan administratif oleh Gerakan Koperasi di Seluruh Indonesia;

6.    Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup berkoperasi yang memuat :
o     Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang;
o     Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya, menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi Indonesia;

o     Tata Warna :
1.    Warna hijau muda dengan kode warna C:10,M:3,Y:22,K:9;
2.    Warna hijau tua dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25;
3.    Warna merah tua dengan kode warna C:5,M:56,Y:76,K:21;
4.    Perbandingan skala 1 : 20.

sumber : Kementerian UKM

Jumat, 06 September 2013

Atmosfer dan dampaknya

Secara bahasa, atmosfer berasal dari kata atmos yang artinya udara serta sfer yang artinya lapisan. Jadi, secara bahasa atmosfer dapat berarti lapisan udara. Tahukah kamu bahwa atmosfer sebagai lapisan udara sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Terdapat beberapa manfaat atmosfer yang di antaranya sebagai berikut.

1. Atmosfer mengandung oksigen yang diperlukan untuk bernapas, melindungi kita dari sinar-sinar matahari yang membahayakan, dan memelihara cuaca.
2. Atmosfer berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari.
3. Atmosfer merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.

Lapisan atmosfer mengandung banyak gas yang mengandung manfaat bagi kehidupan. Adapun gas tersebut di antaranya sebagai berikut. 1. Nitrogen (N2) jumlahnya paling banyak, yaitu hampir 4/5 bagian atmosfer. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tetapi merupakan bagian dari senyawa organik.
2. Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energi hidup.
3. Karbon Dioksida (CO2) menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. Dengan demikian, kenaikan kosentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi.
4. Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat pada ketinggian antara 20 hingga 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultraviolet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.

Struktur atmosfer terdiri dari lima lapisan utama, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Lapisan-lapisan ini selalu bergabung satu sama lainnya dan selalu berubah dari tahun ke tahun. Dengan demikian, ukuran setiap lapisan hanyalah merupakan perkiraan. Atmosfer bumi membentang hingga kira-kira 1.000 km di atas permukaan planet.

Atmosfer terbagi menjadi beberapa lapisan. Semua makhluk hidup dan sistem cuaca terletak pada lapisan terendah, yaitu troposfer. Ketinggian rata-rata troposfer sekitar 10 km.Kelebihan troposfer yang paling tipis berada di daerah kutub dan yang paling tebal berada di daerah ekuator.

1. Troposfer
Troposfer adalah lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan tanah. Dengan kata lain, lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah dari atmosfer. Ketebalan lapisan ini mencapai 10 km di atas permukaan bumi dan merupakan lapisan atmosfer yang paling rapat. Sirkulasi udara terjadi di lapisan ini dan semua sistem cuaca planet bumi dihasilkan dari lapisan ini.

Suhu di dalam troposfer bervariasi antara 170 C hingga -520C. Suhu troposfer tertinggi berada di dekat tanah di mana udara dipanaskan oleh permukaan bumi. Naik lebih tinggi dari lapisan ini, udara menjadi lebih tipis dan kurang mampu mempertahankan panas. Hasilnya, suhu menurun rata-rata sekitar 5,50C setiap kenaikan 1.000 meter. Lapisan ini merupakan lapisan yang bersentuhan langsung dengan makhluk hidup dan merupakan tempat berlangsungnya proses pembentukan gejala-gejala cuaca, seperti angin, hujan, dan petir. Lapisan ini didominasi oleh gas yang sangat berguna bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup, yaitu nitrogen dan oksigen.

2. Stratosfer
Stratosfer berada di atas troposfer dan merupakan lapisan yang kering dan kurang rapat dibandingkan dengan troposfer. Lapisan ini berada sekitar 10-50 km di atas permukaan bumi. Stratosfer bersama troposfer mengandung 99 persen udara atmosfer. Ozon terdapat di dalam stratosfer sehingga sering dinamakan sebagai ozone layer. Ozon mempunyai fungsi yang sangat penting, yaitu menyerap dan membaurkan radiasi ultraviolet yang dihasilkan oleh matahari. Radiasi ini sangat berbahaya bagi kehidupan karena menyebabkan kanker kulit dan menghancurkan plankton yang menjadi dasar rantai makanan kehidupan laut. Area di atas antartika dengan lapisan ozon yang makin menipis ditemukan di akhir tahun 1970 oleh British Antartic Survey. Dipercaya penyebab utamanya adalah pelepasan CFC ke dalam atmosfer. Gas ini digunakan sebagai pendingin, bahan pelarut industri elektronik, dan di dalam kaleng aerosol. Ketika memasuki atmosfer, CFC akan bereaksi dengan radiasi ultraviolet yang menyebabkan klorin di dalam CFC merusak molekul ozon, yang akhirnya mengubah jadi oksigen. Satu molekul klorin dapat menghancurkan lebih dari 100.000 molekul ozon.

3. Mesosfer
Posisi mesosfer berada di atas stratosfer. Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang berada pada ketinggian sekitar 50-80 km di atas permukaan bumi. Mesosfer merupakan sebuah lapisan atmosfer yang dapat memantulkan gelombang radio. Dalam istilah gelombang televisi atau radio, terdapat istilah UHF dan VHF. Kedua gelombang tersebut dirambatkan dalam lapisan mesosfer.

4. Termosfer
Thermo artinya panas dan sfer artinya lapisan sehingga lapisan ini disebut pula lapisan panas. Posisi termosfer terletak di atas mesosfer. Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer dengan ketinggian 80-500 km di atas permukaan bumi. Pada lapisan ini terjadi kenaikan suhu udara yang sangat tajam yang terjadi karena adanya sinar X dari sinar ultraviolet matahari. Lapisan ini dinama juga ionosfer disebabkan pada lapisan ini terjadi proses ionisasi.

5. Eksosfer
Posisi eksosfer terletak di atas termosfer dengan ketinggian 500 km di atas permukaan bumi. Hidrogen merupakan gas utam pembentuk lapisan ini yang membentang ke luar angkasa dan menyatu dengan radiasi matahari. Tahukah kamu apa perbedaan dan persamaan iklim dengan cuaca? Perbedaan utama di antara keduanya terletak pada luasnya cakupan wilayah dan waktu. Cuaca cakupan wilayahnya lebih sempit serta waktunya lebih singkat, sedangkan iklim lebih luas dan untuk waktu yang relatif lama. Perbedaan lainnya terletak pada fokus ilmu yang mempelajarinya. Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Adapun persamaannya terletak pada unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yang meliputi suhu udara, tekanan udara, angin, kelembapan udara, dan hujan.

Cuaca yaitu kombinasi dari berbagai kondisi atmosfer bumi yang secara terus-menerus berubah dan memengaruhi planet bumi. Adapun iklim adalah pola cuaca khas di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa unsur-unsur cuaca dan iklim memiliki kesamaan. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.

1. Suhu Udara
Suhu udara yaitu temperatur udara yang ada di permukaan bumi. Setiap daerah di permukaan bumi biasanya akan memiliki suhu udara yang berbeda-beda, ada yang panas ada yang dingin. Perbedaan suhu udara di suatu daerah biasanya disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya penyinaran matahari dan sudut jatuh sinar matahari. Sinar matahari yang mencapai permukaan bumi akan menentukan suhu suatu wilayah, yang dampaknya membentuk pola iklim dan cuaca. Permukaan bumi yang melengkung mengakibatkan sinar matahari yang diterima oleh berbagai tempat di bumi berbeda-beda.

Di sepanjang garis ekuator (khatulistiwa) suhu cukup tinggi. Makin jauh dari khatulistiwa, sudut jatuh sinar matahari melebar sehingga suhu makin menurun. Ini terjadi karena sinar matahari harus berjalan melalui atmosfer yang jauh sehingga panasnya banyak terserap dalam perjalanan, dan juga energinya menyebar ke seluruh permukaan bumi sehingga efek panasnya berkurang. Karena letaknya yang paling jauh dari khatulistiwa, tidak mengherankan jika wilayah kutub merupakan tempat yang paling dingin di bumi.

2. Tekanan Udara
Tekanan udara di suatu daerah berbeda-beda seperti halnya suhu di setiap daerah yang berbeda-beda. Daerah dengan tekanan udara yang tinggi cenderung menjadi panas, cuaca kering pada musim panas, dan cuaca dingin kering pada musim dingin. Wilayah bertekanan rendah cenderung berawan, mengalami hujan atau salju. Alat yang biasa digunakan untuk mengetahui tekanan udara disebut barometer.

3. Kelembapan Udara
Kelembapan udara yaitu tingkat kandungan air yang ada dalam udara. Setiap daerah biasanya memiliki tingkat kandungan udara yang berbeda-beda. Secara umum, kandungan udara dibedakan menjadi kelembapan udara relatif dan kelembapan udara mutlak. Kelembapan udara relatif adalah jumlah kandungan uap air yang terkandung dalam satu meter kubik udara pada temperatur tertentu dibandingkan dengan jumlah uap air yang ditampung udara tersebut. Adapun kelembapan mutlak adalah perbandingan kandungan uap air dalam setiap unit berat udara. Alat yang biasa digunakan untuk mengetahui kelembapan udara adalah higrometer.

4. Angin
Angin yaitu udara yang bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Udara bergerak dari daerah panas ke daerah dingin sehingga udara panas naik di khatulistiwa dan bergerak menuju daerah kutub. Udara dingin bergerak ke daerah sebaliknya. Jenis-jenis angin yang ada di Indonesia di antaranya sebagai berikut.

a. Angin darat dan angin laut. Angin darat adalah angin yang bertiup dari daratan menuju laut. Adapun angin laut adalah angin yang bertiup dari laut menuju daratan. Pada siang hari, daratan lebih cepat panas daripada lautan. Ketika udara panas bergerak naik ke atas daratan, udara dingin berembus dari lautan ke daratan. Itulah yang disebut angin laut. Pada malam hari, aliran udara berubah arah sebab laut lebih lama menyimpan panas daripada daratan. Udara berembus dari darat ke laut. Itulah yang disebut angin darat.
b. Angin gunung dan angin lembah. Angin lembah adalah angin yang bertiup dari daerah daratan ke lautan. Angin lembah ini terjadi pada pagi sampai sore hari. Adapun angin gunung adalah angin yang bertiup dari gunung ke arah lembah.
c. Angin fohn. Adalah angin kering yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Angin fohn yang ada di Indonesia antara lain: angin kumbang (Cirebon), angin gending (Pasuruan), angin brubu (Makasar), angin bahorok (Deli), dan angin wabrau (Biak).

5. Hujan
Hujan yaitu turunnya butiran-butiran air dari awan ke bumi. Secara sederhana, siklus hujan berasal dari penguapan air di permukaan bumi akibat penyinaran matahari. Kemudian, mengalami pengembunan membentuk butiran-butiran air yang berkumpul menjadi awan. Apabila kandungan butiran-butiran air di dalam awan sudah cukup berat, jatuhlah sebagai hujan. Menurut prosesnya hujan dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
a. Hujan zenital atau konveksi yaitu hujan yang terjadi karena masa udara yang banyak mengandung uap air secara vertikal sehingga menyebabkan penurunan suhu sampai akhirnya terjadi pengembunan dan membentuk awan konveksi. Awan tersebut akhirnya jatuh sebagai hujan.
b. Hujan orografis yaitu hujan yang terjadi karena masa udara yang mengandung uap air bergerak menaiki pegunungan. Kemudian, mengalami pengembunan yang akhirnya jatuh sebagai hujan.
c. Hujan asam yaitu hujan yang airnya memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Hujan asam ini terjadi apabila dalam air hujan terlarut zat-zat buangan yang bertebaran di udara sehingga keasaman air hujan menjadi lebih besar daripada air hujan pada umumnya. Hujan asam ini biasanya berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan tanah, tumbuhan, dan bangunan.
d. Hujan frontal yaitu hujan yang terjadi akibat pertemuan antara masa udara panas dan masa udara dingin. Masa udara panas yang kurang padat akan naik ke atas masa udara dingin yang lebih padat. Setelah pengalami pengembunan, kemudian membentuk awan yang akhirnya turun sebagai hujan.

1. Siklus Hidrologi
Tahukah kamu bahwa proporsi air di bumi sangat besar, bahkan proporsi air dalam tubuh manusia pun sangat besar. Kita ketahui bahwa semua makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Air hujan turun dari langit mengisi sungai-sungai, danau-danau, kemudian mengalir ke laut. Matahari memanaskan air di permukaan bumi dan mengubahnya menjadi gas yang disebut uap air. Perubahan itu disebut evaporasi. Uap air bergerak naik. Di dalam atmosfer, suhu udara lebih rendah sehingga uap air berubah kembali menjadi titik-titik air. Hal itu disebut kondensasi. Air yang terkondensasi membentuk awan. Air jatuh dari awan sebagai hujan ke bumi dan melengkapi siklus air. Jumlah air di permukaanbumi tetap sama sebab air mengalami siklus yang terus-menerus.

2. Air Permukaan
a. Sungai
Sungai yaitu aliran air alami yang membawa air dari pegunungan ke lautan. Sungai dapat mengubah permukaan daratan serta mengukir lembah dan jurang sepanjang lapisan batuan yang dilewatinya. Bagian hulu sungai berawal dari bagian tinggi di pegunungan. Sumbernya mungkin sebuah danau, rawa, atau gletser yang mencair. Mulai dari percikan air yang kecil, sungai berkembang semakin besar secara terus-menerus seiring bergabungnya sungai-sungai kecil yang disebut anak sungai dengan sungai utama. Dalam perjalanannya mencari jalur yang paling cepat ke laut, sungai mengalir dari sisi curam lembah dan akhirnya jatuh sebagai air terjun. Bagian hilir sungai, semakin jauh dari sumbernya, aliran sungai membawa lebih banyak air dan mineral atau endapan. Permukaan daratan semakin melandai dan aliran sungai yang melewati daratan tersebut membentuk lembah datar dan luas. Sungai mengalir secara perlahan secara berkelok-kelok (meander). Ketika mencapai laut, sungai melepaskan endapannya yang terakhir di sepanjang delta.
1) Jenis-Jenis Sungai
Berdasarkan keadaan airnya, sungai dibedakan menjadi sebagai berikut. a) Sungai permanen adalah sungai yang airnya mengalir terus-menerus sepanjang tahun, biasanya tidak terpengaruh oleh pergantian musim.
b) Sungai periodik adalah sungai yang airnya hanya mengalir ketika musim hujan. Jadi, sungai ini sangat dipengaruhi oleh pergantian musim.
Berdasarkan sumber airnya, sungai dibedakan menjadi sungai hujan, sungai gletser, dan sungai campuran.
a) Sungai hujan adalah sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan. Di Indonesia sebagian besar sungainya adalah sungai hujan karena curah hujan di Indonesia sangat tinggi.
b) Sungai gletser adalah sungai yang sumber airnya berasal dari es yang mencair. Sungai gletser ini biasanya banyak terdapat di daerah kutub.
c) Sungai campuran adalah sungai yang sumber airnya berasal dari campuran air hujan dan salju yang mencair.
2) Manfaat Sungai
Sungai sangat berguna bagi kehidupan, di antaranya: untuk perikanan, irigasi, pembangkit listrik, prasarana transportasi air, dan dapat juga digunakan sebagai sarana rekreasi atau hiburan.

b. Danau
Danau yaitu genangan air yang luas dan dikelilingi daratan. Air tersebut dapat berupa air tawar atau air asin. Beberapa danau sangat besar sehingga dinamakan laut pedalaman. Air danau biasanya segar dan tidak asin. Namun di beberapa danau, banyak air yang menguap ketika terkena panas matahari sehingga air yang tersisa terasa sangat asin. Laut pedalaman yang paling asin adalah danau laut mati.

1) Jenis-Jenis Danau
Jenis danau biasanya ditentukan oleh awal mula danau itu terbentuk. Danau erosi terbentuk apabila air terkumpul dalam sebuah lubang yang terbentuk karena pengikisan batu oleh gletser maupun karena gesekan angin di gurun. Sementara, danau kawah terbentuk ketika air hujan terkumpul di puncak gunung berapi yang telah mati. Selain itu, sebuah danau terbentuk ketika lava menghalangi aliran sungai, contohnya Laut Galillee di Israel. Danau juga dapat terbentuk di daerah lapisan kerak bumi merekah dan air mengalir ke dalamnya.
Berdasarkan proses terjadinya, danau dibedakan menjadi berikut ini. a) Danau tektonik adalah danau yang terjadi akibat proses tektonisme, contoh: Danau Towuti, Danau Tempe, Danau Ranau.
b) Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk akibat proses vulkanisme atau terjadinya letusan gunung berapi, contoh: Danau Gunung Kelud, Danau Gunung Lamongan.
c) Danau tektovulkanik adalah danau yang terbentuk akibat proses tektonisme dan vulkanisme, contoh: Danau Toba.
d) Danau karst adalah danau yang terbentuk pada daerah batuan kapur.
e) Danau glasial adalah danau yang terbentuk akibat proses pengikisan permukaan bumi oleh salju yang mencair.
f) Danau buatan adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia untuk kepentingan tertentu misalnya untuk pembangkit listrik. Danau buatan ini biasa disebut juga danau bendungan, contoh: danau bendungan Jati Luhur.
2) Manfaat Danau
Manfaat danau di antaranya untuk PLTA, irigasi atau pengairan pertanian masyarakat, perikanan atau tambak air tawar, dan bisa juga dimanfaatkan untuk sarana rekreasi atau hiburan.
3. Air Tanah
Air tanah yaitu air yang terkandung di dalam tanah. Sebagian besar air yang jatuh ke permukaan bumi akan masuk ke dalam tanah melalui proses infiltrasi. Air yang tersimpan pada lapisan-lapisan tanah mulai dari lapisan atas hingga lapisan batuan di bawahnya. Air inilah yang disebut dengan air tanah. Berdasarkan tingkat kedalamannya, air tanah dibedakan atas air tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal disebut juga air tanah freatik. Air tanah ini biasanya di gunakan oleh penduduk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk sumur pompa, ataupun sumur biasa yang menggunakan timba. Adapun air tanah dalam adalah air tanah yang terkandung di dalam lapisan tanah dalam, biasanya dalam bentuk sumur artesis.

4. Laut
Laut yaitu bagian daerah rendah di permukaan bumi yang digenangi air asin. Semua air laut awalnya adalah air tawar. Namun, hujan yang jatuh di daratan selama jutaan tahun lalu telah memindahkan mineral-mineral, terutama garam yang berasal dari bebatuan menuju laut. Dari beratnya, komposisi air laut adalah 96,5% air murni, 2,9% garam, dan 0,6% unsur lain seperti kalsium, fluoride, magnesium, dan potassium. Kandungan garam atau disebut salinitas dari air laut bervariasi. Beberapa laut seperti laut baltik memiliki kandungan garam yang rendah akibat banyaknya air sungai yang masuk ke dalamnya. Adapun laut mati yang sedikit menerima air hujan dan banyak mengalami penguapan, memiliki kandungan garam yang tinggi.

a. Jenis-Jenis Laut
1) Berdasarkan letaknya, laut terdiri dari berikut ini.
a) Laut pedalaman adalah laut yang letaknya berada di tengah-tengah benua, contoh: laut kaspia.
b) Laut tengah adalah laut yang letaknya berada di antara beberapa benua, contoh laut tengah (mediteran).
c) Laut tepi adalah laut yang letaknya berada di tepian benua, contoh Laut Cina Selatan.
2) Berdasarkan kedalamannya laut terdiri dari berikut ini.
a) Zona lithoral adalah zona pasang surut air laut, yaitu zona yang akan tergenang ketika air laut pasang atau sebaliknya.
b) Zona neritik adalah adalah zona laut dangkal yang memiliki kedalaman 0-200 meter. Wilayah ini biasanya daerah yang banyak memiliki potensi ikan. c) Zona batial adalah zona laut dalam yang memiliki kedalaman 200-2.000 meter.
d) Zona abisal adalah zona laut yang memiliki kedalaman lebih dari 2.000 meter, biasanya berupa daerah dasar samudra.
b. Batas-Batas Wilayah Laut
Batas-batas wilayah laut terdiri dari berikut ini.
1) Batas laut teritorial adalah batas wilayah laut yang diukur sejauh 12 mil dari garis terluar suatu pulau. Batas teritorial ini biasanya tidak boleh dilalui oleh kapal asing tanpa seizin negara yang bersangkutan karena batas teritorial ini merupakan wilayah kedaulatan suatu negara.
2) Batas landas kontinen adalah batas yang merupakan kelanjutan dari benua yang berada di bawah permukaan laut. Batas landas kontinen ini biasanya memiliki kedalaman 200 meter.
3) Batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) batas wilayah laut yang diukur 200 mil dari garis terluar suatu pulau.
c. Manfaat Laut
Pemanfatan laut bagi suatu negara di antaranya berikut ini. 1) Air laut terdiri dari bermacam mineral. Mineral yang paling banyak adalah natrium dan klorin yang jika bergabung akan membentuk garam. Rata-rata dalam 1 liter air laut terdapat 30 gram garam. Suatu proses desalinasi dapat memisahkan garam dari air laut untuk menghasilkan air tawar yang layak diminum.
2) Potensi biota laut seperti ikan laut, terumbu karang, budi daya rumput laut, budi daya tiram mutiara yang bernilai ekonomi sangat tinggi.
3) Penambangan minyak bumi.
4) Sarana transortasi dan jalur lalu lintas pelayaran internasional.
5) Sarana rekreasi dan hiburan seperti wisata taman laut.
5. Pesisir dan Pantai
Pesisir dapat diartikan sebagai wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Pesisir memiliki dua batas, yaitu batas yang sejajar garis pantai (long shore) dan batas yang tegak lurus garis pantai (cross shore). Adapun pantai dapat diartikan sebagai jalur daerah tempat pertemuan antara daerah daratan dan laut, yang dimulai dari batas muka air pada waktu pasang surut terendah menuju arah darat sampai batas tertinggi yang mendapat pengaruh gelombang.
Pantai dapat dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut.
a. Pantai fyord yaitu pantai yang terjadi karena pengikisan oleh gletser yang mengalami pemerosotan sampai di bawah permukaan air laut.
b. Pantai ria yaitu pantai yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah dengan arah melintang terhadap pantai.
c. Pantai longitudinal yaitu pantai yang terjadi jika pada pantai tersebut terdapat pegunungan yang letaknya sejajar dengan pantai.

Perkembangan agama hindu dan budha

Agama Hindu dan Buddha merupakan dua agama yang bermula dari Asia Selatan. Negara India merupakan negara cikal bakal dari berkembangnya kedua agama tersebut ke negara lain. Selain di India, Bangladesh pun menjadi negara yang penyebaran kedua agama tersebut cukup pesat.

Sejak ribuan tahun yang lalu, penduduk India telah melakukan perdagangan dengan bangsa-bangsa lain di Asia melalui celah sempit yang ada di antara Pegunungan Himalaya yang dikenal dengan celah kaibar. Celah kaibar ini merupakan satu-satunya jalur yang sering digunakan oleh para pedagang untuk keluar masuk India. Sehingga dalam perkembangannya, berkembanglah peradaban Hindu dan Buddha di India, tepatnya di daerah-daerah sungai, seperti Sungai Indus dan Sungai Brahmaputra.

1. Perkembangan Agama Hindu
Agama dan kebudayaan Hindu berkembang seiring dengan masuknya bangsa Arya ke India pada 1.500 SM. Dalam perkembangannya bangsa Arya ini dapat menguasai daerah-daerah seperti daerah Sungai Indus, Sungai Gangga, dan Sungai Brahmaputra yang sebelumnya ditempati oleh penduduk asli orang Dravida. Penguasaan terhadap daerah-daerah ini menyebabkan terjadinya percampuran kebudayaan orang Arya dengan penduduk asli. Percampuran kebudayaan ini menghasilkan budaya Weda yang menjadi cikal bakal lahirnya peradaban Hindu. Sejak itu agama Hindu mulai berkembang di India. Kehidupan agama Hindu berpedoman pada kitab Weda.

Penganut Hindu percaya kepada banyak dewa yang dianggap memiliki peranan dalam mengatur kehidupan manusia. Di antara dewa yang mereka yakini adalah tiga dewa utama yang dikenal dengan Trimurti, yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pelindung, dan Syiwa sebagai dewa penghancur. Dalam bidang kemasyarakatan, agama Hindu mengenal istilah tingkatan sosial masyarakat yang disebut kasta. Penetapan kasta ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya perkawinan campuran antargolongan masyarakat. Kasta tersebut terdiri dari berikut ini.

a. Kasta Brahmana yang terdiri dari kaum pendeta dan para sarjana.
b. Kasta Ksatria yang terdiri dari para prajurit, pejabat dan bangsawan.
c. Kasta Waisya terdiri dari para pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit.
d. Kasta Sudra terdiri dari para pelayan dan pekerja kasar, buruh, dan tukang kebun.
e. Kasta Paria yang terdiri dari orang-orang seperti pengemis, pemburu yang dianggap
hina dan tidak memiliki hak dalam masyarakat, nelayan, penyapu jalan, dan penggali Kuburan.

2. Perkembangan Agama Buddha
Seperti halnya agama Hindu, India juga menjadi cikal bakal berkembangnya agama Buddha. Siddharta Gautama (563-483 SM) merupakan pendirinya. Agama ini lahir sebagai akibat rasa prihatin dari Siddharta Gautama putra raja Suddodhana melihat penderitaan rakyat yang ada di luar lingkungan kerajaan, seperti kehidupan pengemis, orang sakit, dan penderitaan lainnya.
Berlakunya sistem kasta menyebabkan sekat dalam kehidupan masyarakat semakin kentara. Kedudukan kasta Brahmana, khususnya dalam upacara keagamaan sangat kentara karena sangat diistimewakan. Dalam perkembangannya agama Buddha mendapat sambutan yang baik dari rakyat karena tidak mengenal kasta. Agama Buddha berpedoman kepada kitab tripitaka yang mengajarkan Empat Kebenaran Utama dan Delapan Jalan Kebenaran. Ajaran itu merupakan pengalaman Siddharta Gautama selama mengembara untuk mencari makna kehidupannya.
Setelah mengalami perkembangan yang pesat dan memiliki umat yang banyak, dalam perkembangan selanjutnya, agama Buddha terpecah menjadi dua golongan, yaitu Theravada atau Hinayana dan Mahayana. Golongan yang pertama meyakini bahwa jalan individual dengan aturan yang sangat ketat merupakan jalan terbaik supaya terbebas dari karma dan mencapai nirwana. Para pengikutnya banyak terdapat di Sri Langka dan Asia Tenggara.
Adapun golongan yang kedua, yakni Mahayana merupakan ajaran yang lebih universal dan menyatakan bahwa ajaran Buddha dipersembahkan untuk semua bangsa. Untuk terhindar dari karma, manusia harus bekerja sama dengan orang lain dan memelihara tanggung jawab sosialnya.

3. Persebaran Agama Hindu-Buddha
Agama Hindu-Buddha tidak hanya dikenal di India, tetapi menyebar ke berbagai negara yang ada di Asia, seperti ke Asia Timur melalui jalan sutra atau jalur perdagangan darat yang menghubungkan antara Cina, Asia Tengah, India dan Asia Barat. Selain menyebar ke Asia bagian barat, agama Hindu-Buddha menyebar sampai ke Asia Tenggara di antaranya ke Indonesia. Persebaran Hindu-Buddha di Indonesia erat kaitannya dengan kegiatan perdagangan antara India dan Cina ratusan tahun sebelum masehi. Dalam kegiatan perdagangan, Indonesia menempati posisi strategis karena berada di antara jalur lalu lintas perdagangan antara India dan Cina.

Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia berasal dari India dan Cina, menurut seorang penjelajah Cina bernama Fa Hsien ketika perjalanan pulang ke Cina setelah menetap selama 12 tahun di India. Dia singgah di Jawa selama 5 bulan dari Desember 412 sampai Mei 413 bersama 100 orang rombongannya. Catatan lain yang dicatat oleh seorang pangeran dari Kashmir bernama Gunawarmma yang pernah tinggal di Jawa menunjukkan bahwa pengaruh kebudayaan India atau Cina masuk melalui hubungan perdagangan antara Indonesia dan negeri-negeri yang ada di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur.
Terdapat empat teori yang menjelaskan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia sebagai berikut.

1. Teori Ksatria Teori ini dikemukakan oleh Prof. Dr. J.I. Moens yang mengungkapkan bahwa Indonesia pernah mengalami penjajahan bangsa India dan yang menaklukkannya adalah golongan ksatria. Karena itu, melalui proses penjajahan tersebut, budaya Hindu-Buddha masuk ke Indonesia.

2. Teori Waisya
Teori ini dikemukakan oleh N.J. Krom yang mengungkapkan bahwa golongan pedagang memiliki peranan dalam menyebarkan kebudayaan India di Indonesia melalui perkawinan antara pedagang dan wanita Indonesia.
3. Teori Brahmana
Teori ini dikemukakan oleh Van Leur sebagai reaksi terhadap teori Ksatria dan Waisya. Menurut teori ini yang paling berperan dalam penyebaran Hindu-Buddha ke Indonesia adalah golongan brahmana/pendeta yang datang atas undangan bangsa Indonesia untuk menyebarkan agama Hindu-Buddha.

4. Teori Arus Balik
Teori ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch bahwa banyak orang Indonesia yang sengaja datang ke India untuk berziarah dan belajar agama Hindu-Buddha. Setelah kembali ke Indonesia, mereka menyebarkan agama tersebut.
Agama Hindu merupakan agama yang pertama kali masuk ke wilayah Indonesia. Berdasarkan bukti-bukti sejarah diperoleh informasi bahwa masuknya Hindu ke Indonesia pada abad ke-5 M. Di antara buktinya diperoleh dari prasasti Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat yang ditemukan menggunakan bahasa Pallawa dari India Selatan. Hal tersebut menandakan bahwa pengaruh agama Hindu mulai menyebar dan dipakai di wilayah Indonesia.

Adapun Informasi dan bukti permulaan masuknya agama Buddha ke Indonesia dapat dilihat dari beberapa patung Buddha yang ditemukan di beberapa tempat di Indonesia, di antaranya yang ditemukan di Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Patung-patung Buddha yang ditemukan mirip dengan Kesenian Amarawati dari India Selatan yang bercirikan mengenakan jubah sederhana menutupi pundak sebelah kiri seperti halnya seorang pendeta.
Tidak semua wilayah Indonesia mendapat pengaruh dari agama Hindu-Buddha. Di antara daerah yang tidak ikut terpengaruh adalah wilayah Maluku, Irian Jaya, dan sebagian wilayah Nusa Tenggara.